Terima Kasih atas Kunjungannya

Jumat, 23 Maret 2012

Pengenalan Alat


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Pengenalan alat-alat laboratorium penting dilakukan untuk keselamatan kerja saat melakukan penelitian. Alat-alat laboratorium biasanya dapat rusak atau bahkan berbahaya jika penggunaannya tidak sesuai dengan prosedur (Plummer, 1987).
Laboratorium merupakan tempat yang memiliki bermacam-macam alat yang digunakan untuk penelitian, dari yang sederhana, seperti alat-alat dari gelas, sampai kepada alat yang cukup besar, seperti inkubator ataupun alat lainnya. Alat-alat sederhana di laboratorium tersebut ada yang terbuat dari kaca, plastik, karet, kuarsa, platina, logam, dan lain-lain. Peralatan tersebut ada yang berfungsi sebagai wadah, alat bantu, dan lain-lain.
Mahasiswa akan diperkenalkan dan diajarkan macam dan cara menggunakan alat-alat yang umum dipakai dalam praktikum. Pentingnya dilakukan pengenalan alat-alat laboratorium adalah agar dapat diketahui fungsi maupun penjelasan lainnya tentang alat tersebut dengan baik dan benar, sehingga kesalahan prosedur pemakaian alat dapat diminimalisasi sedikit mungkin. Hal ini penting supaya saat melakukan penelitian, data yang diperoleh akan benar pula, data-data yang tepat akan meningkatkan kualitas penelitian seseorang, selain itu dengan mempelajari macam dan fungsi peralatan yang ada diharapkan mahasiswa akan mahir dan terampil dalam penggunaan alat tersebut sehingga praktikum maupun penelitian akan berjalan dengan lebih lancar.

B.     TUJUAN
1.      Memperkenalkan kepada mahasiswa mengenai alat-alat yang diperlukan dalam penelitian.
2.      Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami prinsip berpraktikum, dimana harus adanya kesesuaian dalam menggunakan fungsi alat,
3.      Mahasiswa dapat mengetahui macam, fungsi, manfaat, ataupun kegunaan alat-alat yang ada dalam laboratorium.
C.     MANFAAT
      Setalah mengenal alat-alat yang ada dilaboratorium serta mengetahui macam, fungsi serta kegunaannya, semahasiswa dapat menggunakan alat tersebut dalam melakukan praktikum atau penelitian.



























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    LANDASAN TEORI
Di dalam laboratorium dapat ditemukan berbagai macam alat mulai dari yang sederhana, seperti alat-alat dari gelas, sampai kepada alat yang cukup besar, seperti inkubator ataupun alat lainnya. Alat-alat sederhana di laboratorium tersebut ada yang terbuat dari kaca, plastik, karet, kuarsa, platina, logam, dan lain-lain. Peralatan tersebut ada yang berfungsi sebagai wadah, alat bantu, dan lain-lain.
        Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat, prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan. Beberapa kegunaan alat dapat dikenali berdasarkan namanya. Penamaan alat-alat yang berfungsi mengukur biasanya diakhiri dengan kata meter seperti thermometer,hygrometer dan spektrofotometer,dll. Alat-alat pengukur yang disertai dengan informasi tertulis, biasanya diberi tambahan “graph” seperti thermograph,barograph.
      Dari uraian tersebut,tersirat bahwa nama pada setiap alat menggambarkan mengenai kegunaan alat dan atau menggambarkan prinsip kerja pada alat yang bersangkutan. Dalam penggunaannya ada alat-alat yang bersifat umum dan ada pula yang khusus. Peralatan umum biasanya digunakan untuk suatu kegiatan reparasi, sedangkan peralatan khusus lebih banyak digunakan untuk suatu pengukuran atau penentuan (Moningka,2008).











BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN

A.    PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Hari                                   : Senin
Tempat                              : Laboraturium Poltekkes Banjarbaru Jurusan Kesling
Waktu                               : 08.00 – Selesai
Cuaca                                : Cerah

B.     ALAT dan BAHAN
1.      ALAT
Alat-alat yang digunakan selama melakukan beberapa praktikum baik praktikum mikroorganisme, kimia lingkungan, maupun fisika lingkungan, yaitu alat-alat yang ada di Laboratorium Kesling Poltekkes Banjarmasin.
2.      BAHAN
·         Alat tulis,
·         Kertas koran sebagai pembungkus sebagian alat.

C.     CARA KERJA
1.      Mengamati alat-alat yang ada di laboratorium,
2.      Mendengarkan penjelasan dari dosen atau pembimbing mengenai alat yang dibicarakan,
3.      Mencatat apa yang dijelaskan oleh dosen atau pembimbing,
4.      Melakukan pengamatan masing-masing terhadap alat-alat yang lain atau yang belum dijelaskan.





BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    HASIL
1.      Neraca o haus
Adalah alat ukur massa benda dengan ketelitian 0.01 gram. Neraca ohaus merupakan neraca kasar.



2.      Oven
Alat ini merupakan salah satu alat dalam teknik sterilisasi panas. Alat ini menggunakan panas kering. Dalam penggunaannya, alat ini di setting dalam suhu yang tinggi (160º atau 180ºC). Biasanya digunakan untuk mensterilkan alat-alat glass.
3.      Inkubator
Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol. Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu dan pengatur waktu. Kisaran suhu untuk inkubator produksi Heraeus B5042 misalnya adalah 10-70oC.
4.      Gelas breaker
Beker gelas merupakan alat yang memiliki banyak fungsi, dalam mikrobiologi, dapat digunakan untuk menampung cairan baik, itu sampel, air, media lain.

5.      Tabung Erlenmeyer
Alat untuk menyimpan biakan bakteri dan khamir. Basa juga digunakan untuk menampung sampel cair untuk dititrasi.

6.      Corong kaca
Alat yang digunakan untuk menyaring bakteri dan khamir, biasanya dikombinasikan dengan kertas saring. Juga digunakan untuk memindahkan sampel ke tempat yang mulutnya kecil.
7.      Botol semprot
Alat yang berisi air aquades yang digunakan untuk membersihkah atau membilas alat-alat lain atau untuk membasahi suatu media.


8.      Krustang
Digunakan untuk menjepit media maupun alat lain, bisa juga untuk memindahkan alat lain.



9.      Pinset
Untuk memindahkan atau mengambil alat atau bahan praktik yang terlebih dahulu melalui proses pemanasan.

10.  Spritus
Alat ini digunakan untuk memanaskan tabung reaksi maupun media dan alat-alat lainnya. Spritus berisi cairan berwarna hujau atau putih sebagai bahan bakarnya.

11.  Pipet ukur
Alat ini digunakan untuk mengisap sampel cair yang juga sambil diukur, untuk diletakkan atau dipindahkan ke tempat lain, biasanya bersama bola isap.
12.  Pipet isap
Alat ini digunakan untuk mengisap sampel atau media lainnya yang berbentuk cair dan kemudian dapat lansung menitrasikan ke media lain.

13.  Bola isap
Alat ini digunakan bersamaan dengan pipet ukur, dimana alat ini dikempeskan, lalu apabila kita menekan S, maka sampel cairan akan naik ke pipet ukur dan tekan E untuk mengeluarkannya kembali.
14.  Gelas ukur
Alat ini digunakan untuk mengukur volume suatu cairan atau sampel yang akan digunakan.


15.  Gelas arloji
Alat ini berfungsi untuk menutup gelas beaker atau gelas piala pada proses pemanasan, menguapkan larutan atau zat dan juga berfungsi untuk wadah sample.


16.  Petridish (cawan petri)
Alat ini berfungsi untuk mengembangbiakan mikroba baik secara aerob maupun anaerob dengan media agar-agar.

17.  Tabung reaksi
Berfungsi sebagai tempat untuk mereaksikan cairan dalam jumlah sedikit.


18.  Jarum ose
Berfungsi untuk mengambil dan menyebar sample koloni mikroba pada medium padat atau cair.


19.  Coloni counter
Membantu menghitung jumlah bakteri yang akan dihitung.



20.  Autoklaf
Alat ini dugunakan untuk mensterilkan dan membunuh mikroba kontaminan pada alat atau bahan yang akan digunakan.

21.  Mikroskop
Untuk melihat mikroba yang berukuran kecil dan tidak dapat dilihat secara kasat mata.
Bagian- bagiannya:
1.      Lensa okuler: untuk melihat,
2.      Lensa obyektif: lensa ke preparat,
3.      Meja mikroskop: tempat preparat,
4.      Makrometer: mengatur focus,
5.      Kondensor: mengumpulkan cahaya,
6.      Lampu: menerangi preparat yang diamati.
22.  Tabung durham
Tabung yang ada didalam tabung reaksi, yang apabila terjadi sesuatu, didalam tabung durham akan timbul gelembung gas.



23.  Rak tabung reaksi
Alat ini digunakan untuk meletakan tabung reaksi saat digunakan sebelum dan sesudahnya.



24.  White mortal dan pastle
Alat ini digunakan untuk menghaluskan makanan yang akan dijadikan sampel.




B.     PEMBAHASAN
Kami mendengarkan penjelasan dari pembimbing tentang alat-alat di laboratorium yang diperkenalkan kepada kami, supaya nantinya kami bisa menggunakan alat-alat tersebut dengan benar, lalu kami diajari cara melipat kertas Koran untuk membungkus sebagian alat agar alat tersebut steril.













BAB V
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Alat-alat laboratorium yang biasanya digunakan dalam bidang mikrobiologi antara lain : Neraca o haus, oven, incubator, gelas breaker, tabung Erlenmeyer, corong kaca, botol semprot, krustang, pinset, spritus, pipet ukur, pipet isap, dll.

B.  SARAN
1.   Hati-hati dalam menggunakan alat-alat laboratorium,
2.   Dalam menggunakan alat laboratorium agar jangan dimain-mainkan,
3.   Gunakan alat-alat yang sesuai dengan kebutuhan.















DAFTAR PUSTAKA

Anonim 1995. Farmakope Indonesia Ed. IV. Jakarta: Departemen Kesehatan     Republik Indonesia.
Khopkar, S.M. 2003. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta: Universitas Indonesia.
www.google.co.id
www.wikepidia.com


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar